Minggu, 15 Februari 2009

Tentang Purbalingga


Kondisi Alam



Kabupaten Purbalingga terletak pada posisi 109 derajat 13 menit sampai dengan 109 derajat 35 m3nit Bujur Timur dan 7 derajat 13 menit sampai dengan 7 derajat 29 menit Lintang Selatan. Luas wilayahnya adalah 77.764,122 kilometer persegi. Secara administratif terbagi menjadi tiga wilayah Pembantu Bupati yaitu Purbalingga, Bukateja dan Bobotsari serta terdiri dari 16 kecamatan, yaitu : Kemangkon, Bukateja, Kejobong, Pengadegan, kaligondang, Purbalingga, Kalimanah, Padamara, Kutasari, Bojongsari, Mrebet, Bobotsari, Karangreja, Karanganyar, Karangmoncol dan Rembang.


Kabupaten Purbalingga berbatasan dengan wilayah Kabupaten Pemalang disebelah utara, Kabupaten Banjarnegara disebelah timur dan selatan Kabupaten Banyumas disebelah selatan dan barat. Purbalingga terletak pada ketinggian 35 meter sampai 1.124 meter diatas permukaan laut.



Dari luas lahan yang ada, terbagi menjadi tanah sawah seluas 21.834.695 ha, yanah kering seluas 55.929,427 ha, yang terdiri tanah tegalan 23.593,658 ha dan pekarangan 17.372,701 ha. Sedangkan hutan yang pada umumnya terdapat tanaman damar dan pinus seluas 11.528,091 ha. Sisanya adalah lahan perkebunan seluas 226,290 ha, kolam seluas 101,595 ha serta lain-lainnya 3.107,164 ha.



Struktur Penduduk



Jumlah penduduk Kabupaten Purbalingga tahun 1998 diperkirakan mendekati 850.000 jiwa dengan rata-rata kepadatan 1.050 jiwa/kilometer persegi. Kota Purbalingga sebagai Ibukota Kabupaten berpenduduk sekitar 40.000 jiwa lebih. Jumlah penduduk wanita lebih banyak dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Lebih 50 % penduduk merupakan usia produktif.



Obyek Wisata



Secara garis besar, obyek wisata di Kabupaten Purbalingga dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok :

1.

Obyek wisata alam yang meliputi : Gua Lawa di kec. Karangreja, Desa Wisata Karangbanjar kec. Kutasari, Wana Wisata Serang, Curug Silintang dan Silawang, Curug Siputut, Gua Ilang, Gua Genteng dan Berburu babi hutan di Kemangkon.
2.

Obyek wisata sejarah berupa Monumen tempat lahir Panglima Besar Jenderal Soedirman.
3.

Peninggalan sejarah (arkeologi)
4.

Sentra-sentra industri rumahan
5.

Petilasan tokoh masyarakat dan tokoh agama
6.

Potensi seni dan budaya

Potensi Ekonomi



1.

Sumber Daya Alamat/SDA (flora,fauna, bahan galian dan sumber daya air)
2.

Produksi bahan pangan (padi sawah, padi gogo, jagung, singkong/ketela dan kedelai serta rempah-rempah)
3.

Produksi ternak (kambing, domba, sapi/kerbau)
4.

Industri kerajinan, makanan, bahan bangunan, sandang, kulit dan bahan kimia. (sapu glagah, tepung tapioka, gula kelapa, minyak atsiri, kerajinan rambut, bulu mata dan kerajinan kayu)
5.

Potensi pariwisata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar